You are here

Sejarah Keraton (Ceiling Brick)

MR KERATON's picture
Keramik Beton

(Ceiling Brick) KERATON
Keraton pertama di perkenalkan di Indonesia Medio 1970an oleh Tenaga Sipil dari Jerman...Keraton sesuai dengan perkembangan jaman mulai menggeliat belakangan ini,,dikarenakan biaya dak konvesional dirasakan oleh user semakin mahal dan tidak terjangkau...

Keramik komposit Beton sebagai alternatif lantai bertingkat yang biasa di sebut keraton mulai banyak digunakan,,mengapa menggunakan keraton di samping rapi, cepat, hemat, dan anda terhindar dari kegagalan struktur. Keraton menjadi solusi praktis serta ekonomis dalam menambah/ meningkatkan lantai rumah anda.
Nilai tambah dari Keraton (Ceiling Brick)

1. Sangat Ekonomis dibandingkan dengan beton konvensional . Jika menggunakan ceiling brick, maka pemakaian beton dapat dihemat hingga 60% .
Karena pengecoran beton hanya dilakukan pada lapisan diatas ceiling brick ( setebal 1-3cm) dan celah antara satu keraton dengan keraton lainnya.
Tulangan baja yang digunakannya pun juga lebih sedikit karena menggunakan sistem tulangan searah

2. Beratnya lebih ringan ( sekitar 130-150 kg/ m2) dibandingkan dengan beton biasa ( sekitar 288 kg/ m2) . Ceiling Brick mempunyai rongga didalam
dan material pembentuknya adalah tanah liat. Berat yang ringan ini menyebabkan beban strukur yang didukung oleh kolom bisa dihemat. Selain itu
menurut Ir. Bambang Mursodo, keuntungan berat yang ringan akan memperkecil gaya gempa yang diterima oleh stuktur bangunan.
3. Rongga atau lubang di keraton berfungsi sebagai peredam bunyi serta mampu meredam panas...jika menggunakan keraton banyak nilai tamba
yang anda dapatkan.
4. Dalam pengerjaannya, keraton tidak menggunakan bekesting yang banyak serta rumit seperti dak konvensional,,oleh sebab aktivitas masih bisa
berjalan, meskipun dak keraton sedang di pasang.
5. Kekuatan material Keraton sudah di uji di laboratorium yang mendapat bahwa keraton akan melengkung pada beban diatas 600 kg/m2, terutama
pada bentangan lebih dari 4 meter .Hasil ini sesuai dengan loading Test-II No. LB/BPPPU/001-12/IX/9906.09.99 oleh instansi berwenang.

Mr Keraton 2009
Sxci 260